Tampilkan postingan dengan label RELIGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RELIGI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 April 2016

TIPS MERAWAT RAMBUT BERHIJAB/BERKERUDUNG

Kadang ada rambut yang di potong cepat alasannya sepele, yaitu rambutnya rusak karena sering diikat. Meskipun demikian bagi anda yang berkerudung bisa juga punya rambut panjang dan indah asal anda mau merawatnya. Ini sedikit tipsnya:
1.      Walaupun anda berkerudung harus tetap cuci rambut minimal 2 kali seminggu.
2.      Usahakan berkeramas sore sehingga terhindar dari sinar matahari langsung.
3.      Jika terpaksa harus segera berkerudung, keringkan dulu rambut agar tidak terlalu basah.
4.      Hindari sisiran pada saat rambut basah. Ini mencegah rontoknya rambut dan mencegah rambut jadi tidak tergerai satu – satu.
5.      Saat menguncir rambut jangan menggunakan karet, karena rambut akan sulit bernafas dan malah jadi rusak.
6.      Pada saat dirumah (tidak berkerudung) biarkan rambut tergerai, sehingga rambut dapat bernafas.
7.      Sisirlah rambut sebelum tidur. Pada posisi tidur rambut ditaruh diatas kepala, sehingga tidak terlalu acak – acakan saat bangun.
1)      Perawatan Rambut Di Malam Hari
Seperti sel sel dan bagian tubuh lainnya, sel rambut juga mengalami regenerasi aktif di malam hari. Karena itu, memberikan nutrisi dan perlakuan khusus sebelum tidur akan membuat kesehatan dan kecantikan rambut anda tetap terjaga.                       
a)      Pijatan. Dengan memijat mijat kulit kepala, debu dan polutan yang memempel pada rambut akan rontok. Selain itu juga melancarkan peredaran darah. Lakukan pijatan paling tidak 2 – 10 menit sebelum tidur.
b)      Menyisir. Sisir akan meratakan minyak yang dikeluarkan kulit kepala dan mencegahnya mengumpul pada satu tempat, yang bisa menghambat pertumbuhan rambut. Selain itu menyisir juga akan menutup kutikula sehingga rambut akan tampak lebih bersinar.
c)      Ketombe. Minyak esensial dari batang tanaman teh diketahui mempunyai daya antiseptik, membersihkan dan detoksifikasi. Usapkan dan pijat pijat di kulit kepala sebelum tidur dan bilas di pagi harinya.
d)     Pelembab. Jaga selalu kelembaban rambut. Anda bisa membuatnya dari campuran lavender atau rosemary oil dengan sweet almond oil. Usap dan pijat pijatkan pada kulit kepala serta rambut dari pangkal sampai ujung. Bungkus dengan handuk dan biarkan semalaman.
e)      Bercabang. Jika rambut anda bercabang, potong dulu cabangnya, lalu rawat dengan campuran minyak bunga matahari dan minyak cendana. Usapkan cukup banyak pada ujung rambut, biarkan semalaman dan cuci dipagi harinya.
A.    Tips rambut sehat berjilbab
Bagi anda yang sering menutupi rambut menggunakan kerudung, topi, atau sejenisnya, maka kesehatan rambut harus selalu diperhatikan. Udara yang minimalis dalam jilbab ternyata bisa merusak rambut. Untuk itu simak tips berikut.
1)      Pilihlah jilbab dari bahan yang mudah menyerap keringat, seperti katun atau kaos. Bahkan kain yang mudah menyerap keringat dan berpori pori besar sangat berguna untuk memudahkan sirkulasi udara di kepala.
2)      Suka model kerudung modern? boleh saja
·         Mengkreasikan kerudung anda hingga berlapis – lapis. Tapi ingat jangan lebih dari empat helai. Semakin tebal kerudung, maka semakin sulit rambut bernafas.
3)      Hindari penggunaan lapisan kerudung dengan terlalu sering dan kencang. Selain membuat rambut sulit bernafas, hal ini juga berpotensi untuk membuat kulit kepala menjadi lembab.
4)      Jika hendak menggunakan jilbab, lebih baik mengurai rambut dan jangan mengikatnya terlalu kencang. Untuk menghindarin rambut yang digulung sebaiknya jangan membiarkan rambut panjang baik pilih warna lembut atau putih.
5)      Jangan terlalu sering mengikat kerudung dibagian leher. Udara yang masuk kerambut akan semakin menipis jika kamu mengikat kerudung di leher. Kerudung sebaiknya dilepas hingga bagian tepinya menjuntai agarrambut bisa bernafas.
B.     Agar rambut berkerudung tetap sehat
Agar rambut senantiasa indah dan sehat serta kulit kepala selalu bersih, pemakai kerudung/jilbab harus telaten dalam merawat rambut. Mereka perlu secara teratur dan dengan baik melakukan keramas, mengeringkan, pemijatan, serta penyisiran rambut.
·        Keramas
Perlu diingat bahwa iklim tropis sering kali membuat kita berkeringat. Keringat yang menempel terus menerus – karena rambut dalam keadaan tertutup – ini bisa menimbulkan masalah. Salah satu contohnya adalah ketombe. Bagi yang setiap hari mengenakan kerudung, disarankan untuk keramas tiap hari agar rambut tetap terjaga kebersihannya.
Untuk itu, gunakan shampo yang lembut supaya tidak membuat rambut jadi kering. Untuk kondisioner, sebenarnya tidak diharuskan menggunakannya setiap kali keramas. Malahan, kondisioner yang digunakan setiap kali keramas, dapat menyebabkan rambut menjadi lepek (lemas dan berminyak). Terlebih – lebih rambut yang setiap hari dalam keadaan berkeringat dan tertutup.
Berbeda dengan yang senantiasa terbuka, rambut selalu tertutup kerudung memang harus sering dishampo. Sementara rambut terbuka bisa saja keramas hanya 2 – 3 kali seminggu, rambut tertutup kerudung harus disampho setiap hari.
·         Mengeringkan rambut
Proses dan cara mengeringkan yang baik sangat penting bagi rambut yang hampir setiap hari terbungkus kerudung/jilbab. Rambut, yang dalam keadaan setengah kering lalu ditutupi kerudung, dapat menyebabkan timbulnya bau kurang sedap. Keadaan ini menyebabkan kondisi rambut dalam keadaan lembab.
Kondisi ini juga berlaku pada rambut basah akibat berkeringat. Intinya, jangan biarkan rambut basah karena keringat tertutup terus – menerus. Bila rambut berkeringat, keringkan segera dengan cara diangin – anginkan. Boleh juga dengan menggunakan pengering rambut elektrik. Cara pengeringan, setelah keramas keringkan rambut dengan handuk. Rambut tidak perlu digosok – gosok dengan keras menggunakan handuk, cukup di tekan – tekan. Setelah setengah kering angin – anginkan rambut sampai akhirnya kering. Bisa pula setelah rambut setengah kering, keringkan menggunakan pengering rambut elektrik.
·         Pemijatan
Sesekali rambut (tepatnya kulit kepala) membutuhkan pemijatan, yang sangat bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah di kulit kepala. Coba gunakan tonik rambut ketika melakukan pemijatan, guna mendapatkan dua manfaat sekaligus, yaitu melancarkan peredaran darah dikulit kepala sekaligus memberi nutrisi pada akar rambut dimana nutrisi itu berguna untuk menyehatkan dan merangsang pertumbuhannya. Gunakan tonik khusus ketombe, karena dalam bahan ini biasanya terdapat kandungan zat peluruh kulit seperti asam salisilat yang mampu untuk membasmi / meluruhkan ketombe. Jangan pernah mengguakan ujung – ujung kuku ketika memijat agar kulit kepala tidk luka. Luka yang tidak tampak ditambah dengan rambut dalam keadaan tertutup akan menyebabkan timbulnya bau tidak sedap pada rambut. Luka – luka ini pun rawan terserang infeksi.
·        Penyisiran

Jangan pernah berfikir bahwa rambut tertutup tidak perlu disisir. Rambut rapi bukan semata untuk dipertontonkan kepada public, melainkan menjaga kesehatan dan keindahannya. Tidak mentang – mentang rambut selalu dalam keadaan tertutup sehingga kita tak perlu menyisirnya. Yang harus diingat, menyisir rambut sebelum menggunakan kerudung mencegahnya dari kekusutan. Juga menyisir rambut akan menjaga kesehatan rambut karena hal ini akan membuat minyak alami rambut menybar dengan rata, sekaligus melancarkan peredaran darah di kepala.

KENAPA WANITA HAMIL DAN MENYUSUI BOLEH TIDAK BERPUASA?

Kenapa orang begitu bersemangat menyongsong datangnya Ramadhan? tak diragukan lagi bahwa banyak manfaat serta hikmah yang didapat dari orang yang berpuasa dibulan ramadhan. Keterangan ini bisa didapat dari kitab kitab serta riwayat riwayat saheh berkenaan dengan ramadhan, diceritakan bahwa sahabat nabi begitu antusias menyambutnya. Hal ini tergambar dari ekspresi serta mimik-mimik mereka yang riang gembira.
Bagamana dengan kita? mungkin sebagian sangat berbahagia karena berharap ramadhan merupakan momentum penting untuk memperbaiki diri serta meningkatkan kualitas ibadah kita, namun tak dipungkiri sebagian lain yang menyambutnya dingin dingin saja karena menganggap bulan tersebut hanyalah rotasi dari bulan bulan sebelumnya.
Agus mustofa dalam bukunya, scientific fasting, menjelaskan setidaknya ada empat manfaat puasa. Pertama, manfaat lahiriah, yakni berupa kesehatan serta ketajaman berfikir. Kedua, manfaat batiniah yang bersifat meneguhkan keyakinan dan pengendalian diri dalam mengarungi kehidupan. Ketiga, manfaat social yang berfungsi membangun kembali sendi sendi kehidupan social agar diperoleh format kehidupan kolektif yang adil dan sejahtera. Serta keempat, manfaat spiritual yang berkaitan dengan pendekatan kita kepada ALLAH swt. Sebagai puncak tujuan hidup dan ibadah kita.
Bagi orang beriman, tentu ramadhan sangat dinanti nantikan kehadirannya. Inilah bulan dinama rahmad, maghfidah, keberkahan serta berbagai keutamaan dapat direguk, apalagi di antara malam malamnya terdapat satu malam istimewa bernama malam lailatur qadr. Inilah indahnya orangyang berpuasa di bulan Ramadhan. Hanya saja dalam dataran praktisnya, tak semua orang mukmin bisa menjalankan rukun islam yang satu ini. Bukan karena ketidaktahuan mereka tentang luar biasanya amalan di bulan ini, tetapa karena ada Beberapa kendala. Kendala kendala inilah yang di sebut juga dengan udzur syar’i yang menyebabkan orang mukmin boleh tidak menjalankan puasa ramadhan di bulan ramadhan. Apa udzur udzur tersebut? dalam beberapa keterangan yang bersumber dari nash-nash yang kuat adalah orang yang sakit, musafir, orang yang lanjut usia, wanita yang sedang hamil dan menyusui. Untuk itulah, tulisan ini tidak bermaksud membahas semua udzur di atas melainkan hanya problem yang dihadapi oleh wanita hamil  dan menyusui di bulan ramadhan. Alasan apa yang menyebabkan mereka boleh tidak berpuasa, baik secara medis maupun agama?
SISI MEDIS
Sebenarnya wanita hamil dan menyusui tetap boleh  berpuasa. Karena puasa ramadhan pada hakekatnya hanya memindahkan makan pagi, siang, dan malam menjadi buka, sahur dan waktu diantaranya. Ibu dan janinnya tidak akan kekurangan gizi, asalkan mengkomsumsi makanan yang seimbang selama buka puasa, sahur dan waktu diantara buka dan sahur. Namun, tentu saja kesehatan kandungan dan bayi yang disusui harus diprioritaskan. Jika ibu hamil merasa lemah, pusing atau timbul masalah kesehatan yang ada hubungannya dengan puasa seperti hipertensi, sebaiknya memutuskan untuk tidak puasa. Demikian halnya trimester awal yang biasanya disertai mual atau muntah masih sering terjadi. Disamping itu, pada bulan bulan terakhir terkadang juga terjadi keracunan kehamilan. Untuk menghindari hal demikian, sebaiknya tidak berpuasa. Dan bagi bayi yang masih membutuhkan ASI, jika asupan ASInya jadi berkurang hingga bisa mengakibatkan terganggunya kesehatan bayi lantaran sang ibu berpuasa, maka dalam hal ini seorang ibu yang menyusui pun boleh tidak berpuasa. Oleh karena Itu, kalaupun ada ibu hamil yang tetap berpuasa, ia juga harus mengomsumsi makanan yang bergizi pada saat berbuka dan sahur. Sayur, protein dan makanan sehat lainnya tak boleh dilewatkan karena wanita yang hamil membutuhkan kalori dan kebutuhan makanan yang cukup. Sehingga kebutuhan ibu akan zat zat makanan juga menjadi lebih besar. Apalagi jika usia kandungan sudah besar, tentu juga si ibu memerlukan persiapan energi lebih besar menjelang melahirkan sang bayi. Akibatnya konsumsi energi yang dibutuhkan juga lebih besar ketimbang wanita yang tidak hamil. Sehingga, meskipun ibunya sedang berpuasa, janin tetap mendapatkan pasokan gizi yang cukup. Namun, bukan berarti wanita hamil harus makan sepanjang malam agar janin dalam kandungan tidak kelaparan. Makan secukupnya saja, karena lambung juga punya kapasitas sendiri. Yang penting makanannya bergizi. Selain itu, wanita hamil sebaiknya juga mengurangi aktivitas. Sebab energi yang dibutuhkan pada saat tidak berpuasa pun cukup besar lantaran bebannya bertambah. Memang energinya bisa di ambil dari lemak yang tersimpan di dalam tubuh. Tapi akan lebih baik bila memambah waktu istirahatnya yang cukup supaya tidak terlalu lelah. Begitu juga untuk kebutuhan sirkulasi darah, metabolisme tubuh dan yang lainnya. Mengingat kondisi inilah, islam memberikan dispensasi (rukhshah) kepada wanita hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa. Dalam konteks inilah, islam juga sudah memahami betapa seorang wanita hamil memerlukan energi yang lebih besar, sehingga diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Sebenarnya prinsip agama tidaklah membebani di luar batas kemampuan dan kesanggupan umatnya. Semua orang muslim yang sudah baliqh, wajib menjalankan sholat sebagaimana biasanya. Tetapi dalam kondisi tertentu, sakit misalnya, agama memberikan keringanan. Orang boleh saja menjalankan shalatnya dengan cara duduk atau berbaring sesuai kemampuannya. Demikian pula dengan kewajiban berpuasa bagi wanita hamil dan menyusui yang kondisinya jelas berbeda dengan wanita biasa. Agama memberikan dispensasi pada kelompok wanita ini. Semua mazhab fiqih sepakat bolehnya mereka tidak berpuasa di bulan ramadhan. Memang dalam nash Al-Qur’an tidak menyebutkan, tapi bisa diqiyaskan dengan orang sakit, dimama secara jelas Al-Qur’an menyebutkannya, “dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada akhir hari-hari yang lain”(QS.Al-Baqarah:185).

Wanita hamil atau menyusui boleh tidak berpuasa pada bulan ramadhan dengan alasan khawatir akan membahayakan anak yang dikandungnya/disusuinya. Bahkan jika dikuatkan oleh keterangan dokter, ia bukan lagi boleh tetapi wajib berbuka. Firman Allah,”…dan janganlah kamu bunuh anak-anakmu…” (QS. Al-an’am:151).

Apabila wanita hamil dan menyusui  hanya mengkhawatirkan keselamatan dirinya (tidak termasuk anaknya), maka mayoritas ulama berpendapat bahwa mereka boleh tidak berpuasa tetapi wajib mengqadhanya tanpa membayar fidyah. Dalam hal ini kedudukan mereka dipersamakan dengan orang sakit.

Bagaimana jika yang dikhawatirkan keselamatan anaknya? Dalam hal berpuasa, para ulama sepakat bahwa ia boleh tidak berpuasa. Sedangkan dalam masalah qadha dan membayar fidyah, mereka berbeda pendapat. Ada silang pendapat mengenai masalah ini, apakah wanita tersebut wajib mengqadha saja atau memberi makan orang miskin saja, ataukah wajib mengqadha dan memberi makan sekaligus?

Menurut mazhab Maliki, bagi wanita hamil tetap wajib qadha, tapi tidak diwajibkan membayar fidyah, sedang bagi wanita menyusui wajib menbayarnya. Mazhab  Hanafi, wajib qadha tanpa harus membayar fidyah. Sedang menurut mazhab Hambali dan Syafi’i wajib menggantinya diluar ramadhan jika kekhawatiran itu tertuju pada diri dan anaknya, tetapi kalau kekhawatiran itu tertuju kepada diri anak saja, maka selain qadha juga wajib fidyah.

Demikianlah beragam argumentasi serta pendapat para ulama yang menyertai seputar wanita hamil dan menyusui dalam kaitannya dengan puasa ramadhan. Lain mereka, lain pula pendapat Ibnu Umar dan Ibnu Abbas. Bagi mereka berdua, mewajibkan si wanita hamil memberi makan orang miskin saja tanpa qadha. Karena qadha itu sendiri dibatasi sampai sebelum datangnya Ramadhan berikutnya. Jika sampai tahun berikutnya tetap tidak bisa mengqadha puasa karena menyusui, maka cukup membayar fidyah saja. Alasan yang dijadikan rujukannya adalah QS. Al-Baqarah:184,”dan wajib bagi orang orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin.”

Hal ini dianimi pula oleh Yusuf el-qardhawy. Menurutnya, wanita tersebut cukup memberi makan orang miskin saja tanpa wajib mengqadha. Manun ia memberi catatan bahwa dispensasi ini lebih ditujukan bagi wanita yang setiap tahun hamil atau menyusui sehingga tidak mempunyai kesempatan untuk mengqadha.

Misalnya, pada bulan puasa tahun ini, ia dalam keadaan hamil, pada bulan puasa berikutnya menyusui  dan tahun selanjutnya hamil lagi dan seterusnya. Ringkasnya, satiap tahun wanita itu selalu dalam siklus antara hamil dan menyusui. Kalau wanita seperti itu diwajibkan mengqadha puasa yang ditinggalkannya karena hamil dan menyusui, berarti ia harus berupaya secara terus menerus. Hal ini tentu saja sesuatu yang amat berat, padahal Allah tidak menghendaki kesulitan bagi hamba hambanya. Walhasil, aturan-aturan yang diterapkan agama memang begitu indah, fleksibel dan tidak kaku dan selalu dapat menjawab permasalahan yang berkembang di massyarakat.



KENAPA DO'A KITA SIA SIA?

Suatu ketika Ibrahim Bin Adham berjalan jalan di kota Bashrah. Dia berjalan menyusuri lorong yang sepi, lalu melintasi kota yang ramai. Tak mustahil Ibrahim Bin Adham kemudian bertemu dengan penduduk kota. Karena sudah mengenal baik dengan Ibrahim Bin Adham, penduduk itu mengucapkan salam dengan penuh hormat. Sebaliknya, Ibrahim Bin Adham lantas membalasnya dengan penuh takzim.
Sesaat kemudian, Ibrahim hendak melanjutkan perjalanan. Tapi penduduk kota itu seakan mencegah jalan Ibrahim dan seketika melontarkan pertanyaan yang selama ini membuat mereka dihinggapi bingung, tidak habis mengerti lantaran tak menemukan sebuah jawaban yang bisa menentramkan hati. “Wahai Ibrahim, mengapa doa kami ini tidak diindahkan lagi, padahal bukankah Allah berfirman “Apabila hamba hambaku bertanya kepadamu temtang aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-ku’….?”(QS.Al-Baqarah:186)
“wahai penduduk kota basrah! Hal itu disebabkan qalbu  kalian telah mati oleh sepuluh hal. Jika sudah demikian halnya, bagaimana mungkin Allah akan meyambut (mengabulkan) doa kalian?” jawab Ibrahim Bin Adham.
Penduduk kota basrah hanya termangu. Tak terbersit dalam benak mereka jika Ibrahim menjawab dengan jawaban yang masih butuh penjelasan. Maklum, penduduk kota basrah belum tahu sepuluh hal itu. Sejenak kemudian, penduduk kota basrah berpikir, mencari tahu sepuluh hal yang dimaksud Ibrahim Bin Adham tersebut. Tetapi, setelah berfikir tak juga menemukan jawaban, maka mereka pun pada akhirnya tidak sungkan lagi untuk bertanya kepada Ibrahim Bin Adham.
“wahai Ibrahim, kami tidak tahu apa sepuluh hal itu! Apa sekiranya kesepuluh hal yang bisa menghalangi doa kami tersebut?”
“kesepuluh hal yang menghambat doa kalian itu”, jawab Ibrahim Bin Adham, “ antara lain;
1)      Kalian telah megenal Allah, tapi tidak menunikan hak-Nya;
2)      Kalian telah membaca Al-Qur’an, tetapi tidak mengamalkan isi-Nya;
3)      Kalian megaku cinta kepada Rosulullah saw, tetapi meninggalkan sunnah-Nya;
4)      Kalian itu megaku benci kepada setan, tetapi mematuhi ajakannya;
5)      Kalian mengaku ingin masuk surge tetapi tidak memenuhi syarat- syarat-Nya;
6)      Kalian ingin selamat dari api neraka tetapi kalian justru menjerumuskan diri ke dalam- Nya
7)      Kalian meyakini kematian itu sesuatu yang pasti, tetapi kalian tidak pernah mempersiapkan  diri menghadapinya;
8)      Kalian sibuk mengurusi keburukan orang tapi mengabaikan keburukan diri sendiri;
9)      Setiap waktu kalian mengubur orang mati, tetapi setiap kali itu pula kalian tidak pernah merenunginya; dan
10)  Kalian menikmati nikmat Allah, tetapi tidak pernah pula mensyukurinya.”
Penduduk basrah pun terpekur diam. Akhirnya, mereka tahu kenapa do’a yang dipanjatkan bisa terhalang. Kisah di atas itu pun bisa menjawab pertanyaan kita semua ketika bertanya “kenapa bisa do’a yang selama ini kita panjatkan tidak pernah mendapat jawaban?”

Janji Allah itu pasti, maka mustahil jika do’a kita tak terjawab kalau bukan karena kita sendiri yang salah. Dan janganlah berputus asa  jika do’a kita belum dikabulkan Allah, karena Allah tidak menyukai orang yang berputus asa. Dan yakinlah bahwa Allah lebih tahu segalanya dari pada kita, mungkin apa yang kita anggap baik  belum tentu baik menurut Allah, dan Allah menberikan apa yang kita butuhkan  bukan apa yang kita inginkan. Semoga kisah di atas bermanfaat dan menjadikan kita orang yang lebih baik lagi